“Kalau kita tidak gilakan Allah,
Kegilaan apakah kita?
Sudah pasti Allah akan gilakan engkau dengan apa yang kau gilakan selain dari Dia!”
- Shafiq Buang, 5 April 2026, 17 Syawal 1447.
The chronology of the one and only Shafiq Buang's life. This is his own 100% writing that inspired from many key figures plus with his own ways of pursuit towards the success in this world & hereafter. He touches most aspect of life from religion, motivation, spirituality and etc. He dreamt to have his own very book before he dies. In shaa Allah biiznillah. Segalanya Allah, Allah segalanya! Everything’s Allah, Allah is everything! 🌹✨❤️
“Kalau kita tidak gilakan Allah,
Kegilaan apakah kita?
Sudah pasti Allah akan gilakan engkau dengan apa yang kau gilakan selain dari Dia!”
- Shafiq Buang, 5 April 2026, 17 Syawal 1447.
“Biarlah kehilangan dunia dan seisinya sekalipun,
Asalkan kau tidak kehilangan Allah!”
“Allah segala-galaNya,
Segala-galaNya Allah!”
(Seandainya kalau engkau benar bersaksi dan menyaksikan)
Selagi engkau tidak musyahadah,
Selagi engkau tidak benar-benar bersaksi dan menyaksikan Allah,
Selagi itu lah engkau itu sebenarnya buta walau engkau ada mata untuk melihat,
Selagi itu lah engkau pekak walau engkau ada telinga.
Selagi itu lah engkau mati walau engkau ada hati.
Sebabnya engkau hanya melihat tetapi tidak memerhati,
Memerhati tapi tidak menghayati,
Mendengar tapi tidak memahami,
Memahami tapi tidak merasai.
Bagaimana mungkin engkau dapat kenal Allah sedangkan engkau sendiri tak sadar diri?
Bagaimana mungkin engkau sampai kepada Allah sedangkan diri engkau sendiri pun tak kau kenali dan dalami?
- SHAFIQ BUANG, 27 FEB 2026, 10 RAMADAN 1447H.
Daripada Allah,
Bersama Allah,
Kerana Allah,
Kepada Allah!
From Allah,
With Allah,
For Allah,
To Allah!
SHAFIQ BUANG, 27 FEB 2026, 10 RAMADAN 1447H.
Siapa yang mau jadi wali Allah, kekasih Allah, dicintai Allah lagi diredhai.
Mula lah dari dalam hati.
Jadi lah pemurah,
Jangan kedekut,
Jangan berkira,
Jangan tamak.
Tenang tenang aja.
Jangan suka marah,
Jangan suka debat,
Walaupun benar,
Mengalah saja lah!
Biar aja orang lakukan kita apa adanya,
Sabar dan pasrah lah,
Itu lebih disukai Allah.
Maafkan lah,
Dan mohon ampun sering,
Terkadang kita tak sadar menyakiti hati orang baik yang islam atau bukan islam.
Bukan kah semua itu makhluk Allah jua?
Berbaik lah kepada semua.
Baik sangka sama Allah,
Baik sangka sama manusia,
Buruk sangka sama diri sendiri.
Jangan sombong.
- Shafiq Buang, 12 FEB 2026, Khamis 24 Syaaban 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
Berikut adalah kumpulan wasiat-wasiat ku yang tak sempat aku huraikan dengan mendalam, sekadar buah fikiran. Mudah-mudahan kamu sekalian dapat melihat, memahami, menghayati dan merasai dengan jelas!
“Apa jua taat dan segala kebaikan kita buat, itu tidak lain tidak bukan, segalanya itu adalah anugerah Allah untuk kebaikan diri kita jua.”
“ jangan merasa berjasa bila kita dapat berjasa baik kepada orang, kerana itu semua perbuatan baik Allah jua hakikatNya, bukan engkau. Dan orang yang menerima jasa itu haruslah merasa jasa itu dengan penuh kesyukuran atas nikmat dan rahmat Allah!”
“ jangan memandang perbuatan diri!”
lagi baik pendek umur tapi banyak manfaat, daripada panjang umur tapi kurang manfaatnya
67: banyak harta, banyak dosa,
banyak berkata, banyak dusta
banyakkan lah berdiam
68: sewaktu zikir, jangan berfikir,
sewaktu berfikir, jangan lupa zikir.
69: memang mudah untuk orang yang di atas melihat kebawah, tapi itu bukan satu alasan untuk kau yang berada di puncak tinggi untuk memandang rendah terhadap orang di bawah.
70: mati sebelum mati, iaitu makrifatullah sebelum rahmatullah, iaitu lagi, redho akan Allah sampai Allah meredhoi kamu.
71: Sebaik-baik taat, adalah meninggalkan maksiat,
Hikmah dari maksiat ialah engkau lekas taubat,
Lazimi taubat,
Lazimi amaliah taat,
Sebelum wafat,
In shaa Allah makrifat,
Cukup cukuplah menjadi musibat,
Takut tidak sempat,
Dunia sudah kiamat,
Terimalah nasihat,
Walau rasa seperti dipahat,
Agar kita pulang ke hadrat,
Dengan selamat.
- Shafiq Buang, 14 Nov 2025.
72: tetaplah berzikir walaupun lalai, jangan sampai lalai daripada zikir.
Zikir sahaja terus menerus, ibarat kau ketuk pintu hati Allah. Suatu hari terbuka jua pintu tersebut, dan terpandanglah engkau sebuah keindahan yang tak bisa di ungkapkan.
73: kamu mahu dicintai tapi tidak mecintai, kamu mahu diterima tetapi tidak menerima, kegilaan apakah ini?
74: bila kita redhai kemaksiatan, kekafiran, kemungkaran, kita jua terpalit sama jua
75: besarkan yang Maha Besar, kecil kan perkara-perkara yang kecil, jangan sampai membesarkan perkara kecil, dan mengecilkan Yang Maha Besar! Kalau kau sudah bulat bulat fahami ini, pasti Allah akan besarkan engkau!
75: mengadu dan berdoa
Wahai Allah, hamba miskin, kayakan lah hamba,
Hamba sakit, sembuhkan la hamba
76: jangan mengajar tentang Allah, kalau belum kenal Allah
77: dunia di tangan, bukan di hati
78: dosa paling besar iaitu tidak merasakan diri berdosa
79: bagaimana kamu mahu menuai buah, kalau bercucuk tanam pun tidak?
80: jika kita mau bandingkan apa yang kita berikan kepada Allah berbanding apa yang Allah berikan kepada kita, yang kita berikan itu cuma ibarat setitis embun dalam lautan dalam yang Allah berikan
81: tujuan hidup kita ialah menjadi hamba,
yang benar benar menghambakan diri sepenuhnya kepada Allah sahaja.
82: tidak penting bagaimana aku mati, asalkan kematian aku menghidupkan hati hati yang mati.
83: macamana Allah mau sayang, kalau kita asyik buat benda yang Dia larang?
84: Tidak mungkin engkau capai makrifah sebelum engkau capai maghfirah. Tiada makrifat kalau tak bertaubat.
SHAFIQ BUANG, 31 JAN 2026, 12 SYABAN 1447H
*Diri itu cermin*,
Kalau cermin kotor, pecah, tertutup dengan kain dan sebagainya,
Macam mana cahaya nak pantul kat cermin tu?
Diri kita ialah cerminan Allah,
Harus kita bersihkan cermin kita,
Agar Allah dapat tajalli kan,
Zahir kan,
Tunjukkan cahaya Nya,
Melalui cahaya Nur Muhammad.
Lagi banyak cahaya kita terima dan pantul,
Kita akan lebih tenang dan bahagia,
Rasa kelazatan dalam apa jua ibadah fardu dan sunat,
Sentiasa lah koreksi diri kita,
Self check aib dan dosa kita,
One step closer to Allah,
Everyday,
Everytime,
Everywhere,
Everything,
Lihat lah keindahan Allah dalam setiap pandangan engkau!
- Shafiq Buang, 11 Syaban 1447H, 30 Jan 2026. 🌹
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ
"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran dan peringatan hanyalah orang-orang yang berakal sempurna. (Az-Zumar 39:9)
"Segala yang baik dari Allah, segala yang buruk dari kejahilan, kelemahan dan kehinaan diri kita. Beradab lah sama Allah. Jangan biadap walau engkau sudah tahu hakikat-Nya."
Hendaklah kita yakini sepenuhnya bahawa setiap apa jua kebaikan yang dapat kita lakukan itu adalah kurniaan dan anugerah Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi!
Jangan sesekali pun engkau merasai kebaikan yang kau buat itu datangnya daripada usaha dan kekuatan engkau semata-mata! Itu biadap dan syirik hukumnya! Apakah waktu engkau tidur atau berjaga, engkau yang mengurusi jantung, organ dalaman dan setiap darah yang berjalan di dalam badan engkau?'
Engkau pasti tidak mampu langsung pun!
Adakah terlahirnya engkau terus serta merta engkau tahu segalanya, ada segalanya, boleh itu ini apa adanya? Pasti tidak!
Sedangkan engkau lahir pun nama engkau itu diberi. Engkau terlahir tidak ternama andai tiada orang yang memberikan engkau nama. Dari situ saja patut engkau selami diri engkau, yang engkau itu tidak memilikki apa-apa sekalipun melainkan Allah jua yang terus menerus memberi akan engkau tanpa putus, tanpa jemu, tanpa berkira walau se-saat, walau se-nafas sekalipun!
Itu sepatutnya sudah cukup untuk membuat engkau menginsafi diri, bersyukur atas setiap segala nikmat, menghargai atas setiap kurniaan dan menghayati segala hikmah-Nya.
Jangan hanya menilai dengan memandang buta buta begitu saja. Belajar untuk melihat guna hati, itu baru namanya memerhati. Memerhati dengan lebih mendalam lagi, itu baru namanya menghayati. Harus me-rasa-i, baru engkau kenali, lantas engkau dicintai-Nya dan mencintai-Nya!
- Shafiq Buang, 20 September 2025, 27 Rabiul Awal 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
"Adakah wajar kalau pakaian kita sudah kotor, hitam, lagi busuk, lantas kita biarkan sahaja?"
Bila engkau rasa diri engkau itu telah banyak berdosa, banyak maksiat dan telah banyak menzalimi diri sendiri dan orang lain, maka cuci lah akan dosa-dosa itu lekas-lekas nya.
Jangan engkau biar sahaja sedemikian dengan alasan engkau malu mahu berubah, malu mau ke masjid, malu nak solat sembah Allah. Itu namanya engkau sudah ghurur iaitu tertipu sama iblis syaitan seolah-olahnya kalau engkau kotor tidak boleh ke tempat bersih.
Apa logika dan rasional kalau kau sudah busuk dan tidak mandi bertahun-tahun, lantas engkau biar sahaja badan engkau terus busuk dan kotor?
Kalau baju engkau sudah kotor, cepat-cepat engkau basuh.
Kalau badan kau sudah berbau, lekas-lekas engkau mandi.
Kalau diri dan hati kau sudah hitam gelap, segeralah engkau taubat!
Jika hari ini engkau melakukan dosa besar, maksiat itu ini, hari ini juga lah engkau insafi dan taubat! Jangan engkau tunda akan kekotoran, kebusukan, kegelapan dan kesialan itu!
Apakah longgokan sampah kekotoran dalam diri engkau itu akan tiba-tiba terbuang sendiri jika tidak engkau bersihkan-nya?
- Shafiq Buang, 20 September 2025, 27 Rabiul Awal 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
"Dosa yang membuat engkau dekat sama Allah itu lebih baik dari pahala yang menjauhkan engkau dari Allah."
Dosa zahir seperti zina, minum arak, judi, riba, tidak menutup aurat dan apa bagai macam itu lebih mudah diampuni Allah dan lebih ringan daripada dosa batin yang tersembunyi halus di dalam hati engkau yang kotor itu!
Engkau sering melakukan amal taat sampai bila ada manusia yang melihat engkau beribadah, engkau lantas membangga diri dengan menyempurnakan bacaan engkau, melantangkan kebaikan engkau supaya dipuji orang! Itu riyak, takabbur, sum'ah dan ujub namanya!
Tidak dicium syurga kalau hati engkau ada sebiji sawi kesombongan! Jangan engkau merampas selendang Allah dengan merasakan engkau itu berilmu, hebat, mulia, berkuasa dan serba sempurna! Itu mengundang murka Allah.
Hina kan lah diri engkau, lantas Allah muliakan engkau!
Segala apa jua kebaikan amaliah taat yang bisa engkau lakukan sampai saat ini, itu tidak lain tidak bukan, dengan besertanya Taufik, Hidayah, Inayah, daya upaya dan kekuasaan Allah semata-mata! Bukan daripada engkau yang lemah, hina, tidak terdaya, jahil lagi zalim!
Bayangkan semula akan semua dosa dosa batin yang telah engkau lakukan sampai saat ini. Begitu banyak sekali tanpa sadar telah engkau meninggi diri dan merendahkan orang lain!
Sungguh hina engkau yang tidak tahu malu dipandang Allah setiap saat dan nafas!
- Shafiq Buang, 20 September 2025, 27 Rabiul Awal 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
"Janganlah engkau sembah Allah demi ganjaran-Nya, andai kata ganjaran tiada engkau perolehi, adakah engkau berhenti menyembah?"
Kebanyakan orang awam majoritnya bila melakukan ibadat fardhu ataupun sunat ataupun apa jua amaliah taat, pasti di dalam lubuk hatinya menginginkan sesuatu selain Allah.
Ingin syurga, takut neraka, mahu dimurah rezeki, panjang umur, diberi kesihatan, keselamatan, diberi bini, anak, keuntungan dunia itu ini dan segala macam.
Pernahkah kita terfikir sejenak yang kita ini banyaknya tertuju kepada "ciptaan" Allah. Kenapa tidak langsung engkau tuju sepenuhnya kepada "Pencipta" segala bagai ganjaran yang engkau gilakan itu?
Adakah Allah itu tidak tahu akan apa kekurangan dan keperluan engkau?
Secara logika, rasional dan fikiran sehat kita, kalau Allah sudah cinta sama engkau, adakah Allah akan mencampakkan engkau dalam neraka?
Kenapa kita masih sebodoh itu?
Mengarah Allah sesuka nafsumu, mau itu ini, doanya itu ini seperti Allah itu menjadi buruh kamu. Sedar lah diri engkau itu hamba, bukan tuan, bukan Tuhan sama sekali!
Kau dicipta untuk beribadah dan taat dengan sebenar ikhlas sebagai seorang hamba yang memandang dan terpandang Allah di setiap apa pun perkara terjadi!
- Shafiq Buang, 20 September 2025, 27 Rabiul Awal 1447H.
| Penulis bersama gurunya, Mawlana Shaykh Haji Ustaz Ahmad bin Haji Meh. |
Saudara saudariku sekalian,
"Jikalau sakit, susah dan kemiskinan itu membuat engkau lebih dekat kepada Allah, itu jauh lebih baik daripada sihat, senang dan kaya raya yang membuat engkau lebih jauh dan sesat daripada Allah!"
Kita seringkali mengeluh dan lekas ingin keluar dari kesakitan, kesusahan, kemiskinan dan apa jua keadaan yang tidak selesa menurut hawa nafsu kita. Padahal itu semuanya adalah rahsia nikmat dan hikmahNya yang mengugurkan dosa engkau, menaikkan martabat engkau dan memberi kedekatan kepada Allah jika engkau terima dan layani dengan hati yang tenang dan redho.
Itu kerana engkau selama ini hidup bertuhankan kemahuan nafsu engkau yang sering saja ingin perkara-perkara yang lazat di dunia ini sepertinya makan, minum, rumah besar, pakaian, kenderaan, itu ini dan sebagainya tanpa kau merenung seketika banyak kali sudah engkau membazir dan buat perkara yang tidak perlu.
Itu semua akan dipertangungjawabkan! Setiap satu nikmat sekecil-kecil nya pun pasti akan ditanya kemana tujuan nikmat itu dituju! Adakah engkau melakukan sedemikian perkara semata-mata untuk mencari redho Allah, atau mencari redho makhluk, atau memenuhi kehendak nafsu engkau yang tidak pernah akan puas!
Buka lah mata hati engkau dan minta ampun lah sama Allah sekarang saat ini jua!
Kembali lah kepada Nya dengan sepenuhnya! Sesungguhnya engkau itu sudah terlalu banyak melampui batas!
- Shafiq Buang, 20 September 2025, 27 Rabiul Awal 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
"Walaupun kita rasa kita sudah mengetahui, merasai dan mengalami, haruslah kita yakini bahawa kita tidak memilikki. Kita hanyalah dimilikki."
Sedangkan badan engkau itu sendiri itu cuma pinjaman dan bukan milik engkau. Apalagi engkau menyangkan engkau memilikki itu dan ini! Sedarlah wahai manusia. Engkau dicipta untuk menjadi hamba Allah, yang menghambakan diri engkau sepenuhnya kepada Allah Azzawajalla sahaja!
Jangan engkau sering terpedaya sama urusan dunia engkau sampai engkau sibuk mahu memilikki itu ini sampai saatnya jika perkara itu hilang dari engkau, engkau terus jadi seperti cacing kepanasan! Itu satu kebodohan! Malu lah engkau sama Allah! Harus di-ingati seringkali sama diri engkau bahawa kita datang daripada Allah dan kembali jua kepada Allah!
Apa lagi yang engkau masih bingung dan stress bimbang kerna terlalu risau mengurusi urusan dunia engkau? Sedangkan Allah itu sudah mencukupkan semua keperluan serta sebahagian kemahuan engkau! Hidup lah mengikuti corak dan kehendak Allah, bukan kehendak engkau.
Adakah kehendak engkau itu lebih utama dan sempurna daripada kehendak Allah?
Cuba tanya sama diri engkau yang jahil itu!
- Shafiq Buang, 20 September 2025, 27 Rabiul Awal 1447H.
"Jangan berubah hati cinta sama Allah tatkala engkau diuji."
Salah satu tandaNya Allah mengasihi dan menyayangi engkau adalah bilamana Dia menguji engkau dengan pelbagai ujian. Sama ada kesihatan, kewangan, kerjaya, perusahaan, keluarga, rumahtangga dan segala macam.
Bersabarlah. Layani sahada takdir yang Allah sajikan kepada engkau tanpa mengeluh. Redha dan berlapang dada lah. Kerana apa jua yang Dia berikan kepada engkau itu baik senang atau susah itu juga adalah rahsia dari nikmatNya. Kadangkala kita terlalu dikelilingi kesenangan dan kemudahan sampai lupa akan Dia. Dan sesungguhnya Dia itu Maha Cemburu.
Pastinya Dia merampas apa yang membuat engkau lalai daripada mengingati-Nya!
Tenang sahaja lah. Renungi diri. Bersyukur lah kalian atas sekecil-kecil atau sebesar-besar ujian yang menduga keimanan engkau. Jika kau seorang yang memandang Allah pada setiap perbuatan-Nya, pasti engkau malah senyum dan gembira atas ujian yang kau sangka bala itu. Sesungguhnya Allah tidak zalim, malah engkau lah yang menzalimi diri engkau dengan tertipu dengan godaan dunia serta maksiat yang engkau tanpa sadar telah lazimi!
- Shafiq Buang, 20 September 2025, 27 Rabiul Awal 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
"Allah itu tidak memerlukan pengantara."
Kalau Allah mahu menolong engkau, boleh saja Dia hadirkan pengantara atau tanpa pengantara, banyak jua kisah para wali terkenal yang bisa melakukan 1001 macam karamah seperti makanan turun dari langit, mengeluarkan wang dari poket yang kosong dan sebagainya.
Jadi Allah itu boleh melakukan apa sahaja yang Dia inginkan dan kehendaki. Seharusnya kepercayaan dan keimanan kita harus 100% haqqul yaqin dengan kebesaran, kemuliaan dan keesaan Allah Azzawajalla!
Mantapkanlah rukun islam pertama mu!
Sebati dan sejati kan lah semua 6 rukun iman mu!
Kenali lah sifat 20 Allah!
Hayati lah 99 nama-nama Allah!
Agar engkau benar benar dapat mengenali, mendekati, dan mencintai Allah dengan sepenuhnya!
- SHAFIQ BUANG, 12 September 2025, 19 Rabiul Awal 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
"Susah tapi dekat sama Allah itu kemuliaan. Senang tapi jauh sama Allah itu kehinaan."
Andai nya kita diuji dengan kesusahan baik dari segi harta, kesihatan, dan apa jua masalah, tapi perkara tersebut membuatkan engkau merasakan diri engkau hina lagi lemah dan memerlukan Allah, itu satu kebaikan!
Kerana-nya engkau sadar bahawa engkau itu tidak mampu melaksana apa jua tanpa taufiq, hidayah dan inayah dari Allah! Itu membuatkan engkau rendah diri, rendah hati dan membuang ego ke-aku-an engkau itu! Tidak sepatutnya engkau mahu berlagak sombong sama Allah!
Ramai orang yang tertipu dengan kesenangan dunia ini yang membuatkan mereka jauh sama Allah. Kerana mereka fikir segala rezeki yang ada itu terhasil dari hasil usaha mereka semata-mata. Ini satu kesesatan dan kehinaan. Jangan lah engkau kurang ada sedemikian sama Allah!
- SHAFIQ BUANG, 12 September 2025, 19 Rabiul Awal 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
Jadilah engkau orang yang tetap qanaah serta redha!
Jangan suka complain, merungut, marah dan gelisah dengan urusan dunia yang tidak mengikuti corak kemahuan engkau.
Belajar lah untuk terima apa aja adanya, itulah tanda orang yang luas ilmunya, luas hatinya dan tenang hatinya!
Sebuah hadis daripada Abu Hurairah radhiAllahu 'anhu, bahawa Rasulullah ﷺ bersabda,
Saudara saudariku sekalian,
Tajuk kali ini ialah "Dulu aku, sekarang Engkau."
Aku yang dimaksudkan ialah diri kita semua.
Engkau merujuk kepada Allah Azzawajalla.
Dahulunya kita sering mengejar kan kehendak diri kita, pentingkan diri sendiri, mahu diri disanjung, dihormati, dipuji dan apa segala macam. Sampai kan ke dalam solat sekalipun kita merasakan kita yang solat, kita yang baik, kita yang rajin, kita yang bagus, maunya kita kelihatan warak tawaduk bertaqwa semacam itu. Jangan lah kau tertipu dengan bisikan syaitan itu. Itu dosa dosa besar yang tanpa sadar engkau telah cemari hati.
Amalan yang tiada ikhlas sebenar ikhlas di dalam nya, tiada lah bernilai di sisi Allah walaupun amalan itu sah sekalipun, belum tentu diterima Allah.
Buang-lah "aku" dalam diri engkau itu. Aku engkau itu tiada. Yang wujud cuma "Engkau."
Buat lah segala perbuatan apa sahaja sekalipun dengan kau meyakini sebenar yakin itu semuanya dari kekuasaan dan keupayaan Allah semata-mata. Bukan dari engkau. Engkau dilahirkan bogel, lemah, tiada upaya, dan tiada apa, begitu juga bila engkau mati dunia yang kau sanjungi itu langsung meninggalkan kau jua.
Biar-lah kehilangan segalanya,
Asal jangan kehilangan Allah!
- Shafiq Buang, 2 September 2025, 9 Rabiul Awal 1447H.
Saudara saudariku sekalian,
Jadilah engkau orang yang zuhud serta qanaah. Zuhud itu meninggalkan keasyikan terhadap dunia. Manakala qanaah itu merasa cukup apa ada nya dengan pemberian Allah.
Zuhud itu bukan bererti tidak memilikki dunia, tetapi dunia tidak memilikki hatinya. Orang yang zuhud serta qanaah itu langsung tidak kisah dengan segala godaan macam dunia baik dari segi harta, takhta, wanita, makanan, minuman, pakaian dan apa jua lah bagai macam.
Perkara itu semua tidaklah menjadi keutamaan utama beliau. Mereka iaitu orang yang zuhud ini sentiasa gembira dan bersyukur lagi redha dengan segala ketentuan yang Allah sajikan kepada mereka. Hatinya bebas daripada cinta dunia. Walaupun dia berharta ataupun tidak, tiada ia-nya sombong atau gelisah dengan bertambah atau berkurangnya dunia nya. Bagi orang zuhud, sama saja. Yang mereka nampak cuma kebesaran dan ke-esaan Allah Azzawajalla semata-mata!
Daripada Abi al-Abbas Sahl bin Sa’d al-Sa’idi R.A. berkata, bahawa seseorang datang kepada Nabi SAW seraya berkata:
يَا رَسُوْلَ اللهِ ! دُلَّنِي عَلَى عَمَل إِذَا عَمِلْتُهُ؛ أَحَبَّنِي الله، وَأَحَبَّنِيَ النَّاسُ . فَقَالَ : ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ ، وَازْهَدْ
فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ
Maksudnya: “’Wahai Rasulullah, tunjukkanlah saya suatu pekerjaan yang jika dikerjakan nescaya saya dicintai Allah dan dicintai umat manusia.’ Rasulullah SAW bersabda: ‘Zuhudlah engkau akan dunia, nescaya Allah mencintaimu, dan zuhudlah engkau akan apa yang ada pada manusia, nescaya mereka mencintaimu.'”
(Riwayat Ibn Majah no. 4102)
| Penulis beserta sahabat karib nya, Farid Ismail. |
Jadilah engkau yang penyayang, berjiwa lembut, pemaaf dan baik akhlaknya.
Orang yang penyayang pasti disayangi Allah.
Orang yang tidak penyayang pasti tidak disayangi Allah.
Berbaiklah dan berlapang dada lah dengan sekalian makhluk baik manusia atau haiwan dan sebagainya.
Hadirkan lah sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim kedalam sanubari rohani qolbu kita, agar kita dapat menyebarkan kasih sayang kepada sesiapun dan dimana-mana pun.
Bukan kah itu lebih baik? Pasti engkau juga suka dilayani dengan penuh kasih sayang dan dihormati sebaiknya.
Hadis riwayat al-Bukhari, Baginda Rasulullah sallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya."
(Hadis riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, juga Imam Muslim dengan lafaz yang hampir sama).
- Shafiq Buang, 2 September 2025, 9 Rabiul Awal 1447H.
| Penulis |
Saudara-saudari sekalian,
Hadirkan-lah Allah dalam hatı kamu!
Jika mana hati engkau tidak dipenuhi dengan ingatan terhadap Allah, engkau pasti akan lalai!
Dan hati yang lalai dan sering lupa pasti sulit untuk khusyuk dalam solat dan dalam apa jua amal ibadah yang dilakukan.
Isikan-lah hatimu dengan ingatan sebanyak-banyaknya terhadap Allah Azzawajalla!
Hanya dengan cara itu sahaja engkau meraih ketenangan, kebahagiaan dan kemanisan dalam apa jua amal ibadah baik solat, puasa, zikir dan sebagainya!
Di antara nasihat indah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan adalah,
تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
“Kenalilah Allah di saat senang (lapang), niscaya Allah akan mengenalmu di saat susah.” (HR. Tirmidzi no. 2516; Ahmad, 1: 293; Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 14: 408. Syekh Syu’aib Al-Arnauth dalam tahqiq beliau terhadap Musnad Imam Ahmad menyatakan bahwa sanad hadis ini kuat)
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb.
Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-R'ad 13:28)